Manajer Terburuk dan Terbaik di Liga Utama Inggris Versi Squawka

Written by bola888. Posted in Uncategorized

Kemenangan Leicester City sebagai juara liga sekaligus melambungkan popularitas Claudio Ranieri sebagai manajer. Ia pun dianugerahi penghargaan LMA Manager of the Year. Di saat bersamaan, nama-nama manajer dari sejumlah klub besar di Inggris pun mendapat sorotan lebih. Alasannya, kinerja mereka dinilai sangat buruk dan mengalami penurunan yang sangat drastis. Manajer Terburuk dan Terbaik di Liga Utama Inggris Versi Squawka Atas dasar fakta-fakta itulah, Squawka merilis sebuah daftar berisi penilaian dari nama-nama manajer terburuk hingga terbaik di Liga Utama Inggris. Posisi terburuk ditempati oleh Remi Garde, manajer Aston Villa. Jelas sekali bahwa rapornya sangat buruk di musim ini. Aston Villa berakhir sebagai juru kunci di klasemen. Garde sendiri sudah hengkang secara resmi sejak Maret lalu. Di atas Garde, bertengger Roberto Martinez yang menangani Everton. Sayangnya, hasil akhir di musim ini menempatkan klub di posisi 11 dalam klasemen. Fakta yang sangat ironis karena Everton punya sejumlah pemain ternama seperti John Stones dan Romelu Lukaku. Akhirnya, Stones pun dipecat dari klub.   Beberapa nama lain yang menghiasi daftar manajer terburuk adalah Alex Neil dari Norwich City, Louis Van Gaal dari MU, Rafael Benitez di Newcastle United, Alan Pardew dari Crystal Palace, Manuel Pellegrini dari Manchester City, Tony Pulis dari West Brom, Quique Sanchez Flores dari Watford, dan Guus Hiddink di Chelsea (dengan catatan, ia cuma melanjutkan kerja Mourinho).   Sedangkan peringkat sepuluh terbaik ditempati oleh Mark Hughes dari Stoke City, Jurgen Klopp dari Liverpool, Arsene Wenger dari Arsenal, Fransesco Guidolin dari Swansea, Eddie Howe dari Bournemouth, Slaven Bilic dari West Ham, Sam Allardyce dari Sunderland, Ronald Koeman dari Southampton, Mauricio Pochettino dari Tottenham Hotspur, dan tentu saja yang terbaik adalah Claudio Ranieri dari Leicester City.   Dari daftar yang dirilis oleh Squawka itu, nampak jelas bahwa posisi-posisi atas ditempati oleh para manajer di klub-klub yang selama ini kurang diperhitungkan dalam pertarungan liga. Menariknya, mereka tampil secara mengejutkan dan berhasil menciptakan hasil yang positif bagi klub yang ditanganinya.