Thiago Motta Menyebut Chelsea Lebih Sulit Dikalahkan Jika Tanpa Jose Mouirnho

Written by bola888. Posted in artikel

Menjelang pertemuan Paris Saint Germain dan Chelsea di lanjutan kompetisi Liga Champions Eropa; gelandang Thiago Motta menyebut tim Chelsea akan lebih sulit dikalahkan setelah tidak ditangani Jose Mourinho. Gelandang 33 tahun tersebut menyebut pengunduran diri Mourinho dari jabatan manajer Chelsea merupakan berita buruk bagi kubu Paris Saint Germain. Kedua kubu akan bertemu pada 16 Februari mendatang di Paris untuk menjalani leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa musim ini. Menjalani leg pertama sebagai tuan rumah; Motta mengaku ingin menghentikan catatan 11 pertandingan tanpa pernah kalah yang dimiliki Chelsea sejak kedatangan Guus Hiddink. Sementara Paris Saint Germain sendiri memiliki modal kepercayaan diri yang cukup tinggi setelah mencatat 34 pertandingan di Ligue 1 tanpa kalah hingga pekan lalu.

Thiago Motta Menyebut Chelsea Lebih Sulit Dikalahkan Jika Tanpa Jose Mouirnho

Thiago Motta yang merupakan mantan pemain Barcelona dan Inter Milan mengaku mengalahkan Chelsea menjadi lebih sulit sejak kedatangan Guus Hiddink karena Chelsea telah mengalami perubahan yang positif. Pada masa kepemimpinan Jose Mourinho; Motta menyebut Chelsea sebagai tim yang tidak menginginkan bola karena lebih mengandalkan serangan balik cepat ketika berhasil menguasai bola saat diserang lawan. Kini Chelsea juga memainkan sepakbola yang banyak memanfaatkan penguasaan bola sehingga memiliki variasi serangan dan cepat melakukan pressing jika kehilangan bola. Kedua hal tersebut membuat Chelsea menjadi lebih sulit dikalahkan setelah ditangani oleh Guus Hiddink.

Motta yang mendapat perpanjangan kontrak 1 tahun pada awal musim ini memperlihatkan penampilan bagus di sepanjang kompetisi Ligue 1. Gelandang kelahiran Brazil tersebut memperlihatkan kerja sama bagus dengan Blaise Matuidi dan Marco Verratti di lini tengah Paris Saint Germain. Masalah cedera yang dialami Marco Verratti akan menjadi sebuah kelemahan di lini tengah yang dapat dimanfaatkan Chesea. Lini tengah Paris Saint Germain yang dipimpin Thiago Motta terlihat cukup kewalahan saat berduel dengan lini tengah Marseille yang dipimpin Lassana Diarra meski akhirnya Paris Saint Germain berhasil menang dengan skor 2 – 1. Meskipun begitu; Motta mengaku kemenangan tersebut merupakan sebuah keberuntungan karena Marseille menunjukkan permainan yang sangat baik.

Tags: , ,